Widget HTML Atas

√Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata

√Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata

Halo sahabat pembaca MEDIABRITA, baiklah pada ulasan postingan kali ini kami akan membahas tentang √Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata.

Namun, sebelum itu mari kita simak dahulu apa itu yang disebut sebagai dengan desa wisata?

Arti Desa Wisata

Dalam √Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata, mungkin dari kita belum semuanya apa yang dikatakan sebagai Desa Wisata

Arti Desa Wisata adalah suatu wilayah tertentu dengan memiliki luasan tertentu dan mempunyai potensi keunikan sebagai dayatarik wisata yang unik dan khas dengan komunitas masyarakat yang mampu menciptakan perpaduan dari semua daya tarik wisata dan fasilitas pendukung lainnya dalam menarik kunjungan wisatawan.

Desa atau Kampung, Nagari, Gampong, atau sebutan lainnya) wisata ialah kawasan yang mempunyai potensi dan keunikan dayatarik wisata yang khas. Dalam hal tersebut yaitu mampu merasakan sebuah pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di pedesaan dengan segala potensi yang dipunyai.

√Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata
Ilustrasi pixabay

Karenanya, jikalau suatu Desa yg mempunyai potensi untuk destinasi wisata yang mempunyai basis komunitas dan berlandaskan dengan kearifan lokal, kultural masyarakatnya dapat menjadi kan sebagai pemicu dalam peningkatan ekonomi yang berprinsip gotongroyong dan berkelanjutan.

√Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata

Hal tersebut memanglah sesuai dengan konsep membangun dari pinggiran atau dari desa, yang berguna atau bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui penggalian potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat dengan mencanangkan oleh Pemerintah sebagai program prioritas UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

√Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata

Hal tersebut untuk menjelaskan bahwa Desa memiliki hak asal usul dan hak tradisional terhadap pengaturan dan mengurus kepentingan masyarakat setempat dan berperan mewujudkan cita-cita kemerdekaan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

√Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata

Sehingga, pemerintah tingkat desa memiliki otonomi sendiri dalam pengelolaan sumber daya dan arah pembangunan desa.

Sementara, Kearifan lokal adalah roh utama dalam pengelolaan desa wisata. Dengan adanya bNilai kearifan lokal sebagai wujud dalam masyarakat melalui nilai keunikan budaya maupun tradisi yang dimiliki oleh masyarakat, nilai keotentikan yang sudah mendarah daging pada budaya masyarakat setempat, serta keaslian nilai-nilai tradisi yang muncul di masyarakat.

Nah dengan Nilai-nilai tersebut yang bakal menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Desa Wisata.

Salahsatu model pengembangan pariwisata yang memberdayakan masyarakat dengan Community Based Tourism (CBT) adalah pengembangan desa wisata.

Arti Wisata Pedesaan

Nah bagi sebagian dari kita tentu ada yang baru mendengar wisata pedesaan, lalu Apa arti dari Wisata Pedesaan?

Dari segi artinya Wisata Pedesaan adalah bentuk aktivitas terhadap wisatawan mengamati dan menikmati daya tarik wisata pedesaan.

√Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata

Ketika sebuah Desa yang bakalan menjadi Desa Wisata tentunya mempunyai dan memiliki kriteria atau syarat yang harus dipenuhi, yuk simak berikut penjelasannya.

Sementara'itu, Desa Wisata bisa dikatakan berdasarkan kriteria, yakni :

  1. Memiliki potensi daya tarik wisata (Daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan/karya kreatif);
  2. Memiliki komunitas masyarakat;
  3. Memiliki potensi sumber daya manusia lokal yang dapat terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata;
  4. Memiliki kelembagaan pengelolaan;
  5. Memiliki peluang dan dukungan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana dasar untuk mendukung kegiatan wisata; dan
  6. Memiliki potensi dan peluang pengembangan pasar wisatawan.
  7. Desa Wisata bisa saja terdiri dari lebih dari satu desa yang berdekatan sehingga menciptakan sebuah wisata berbasis perdesaan yang terintegrasi.

Hal ini menunjukkan bahwa Desa Wisata menitikberatkan pada perasaan dan sense yang ditimbulkan saat seseorang berwisata di Desa Wisata, dan tidak terikat pada suatu wilayah administratif tertentu.

Tak hanya itu saja, ada 4 (empat) jenis Desa Wisata yang dapat menjadi dasarnya, antara lain:

  1. Desa wisata berbasis keunikan sumber daya alam, yaitu desa wisata yang menjadikan kondisi alam sebagai daya tarik utama seperti pegunungan, lembah, pantai, sungai, danau dan berbagai bentuk bentang alam yang unik lainnya.
  2. Desa wisata berbasis keunikan sumber daya budaya lokal, yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan adat tradisi dan kehidupan keseharian masyarakat menjadi daya tarik utama seperti aktivitas mata pencaharian, religi maupun bentuk aktifitas lainnya.
  3. Desa wisata kreatif, yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan aktivitas ekonomi kreatif dari kegiatan industri rumah tangga masyarakat lokal, baik berupa kerajinan, maupun aktivitas kesenian yang khas menjadi daya tarik utama.
  4. Desa wisata berbasis kombinasi, yaitu desa wisata yang mengkombinasikan antara satu atau lebih daya tarik wisata yang dimiliki seperti alam, budaya dan kreatif.

Prinsip Pengembangan Produk Desa Wisata

Dalam upaya pengembangan produk desa wisata setidaknya harus mempunyai prinsip pengembangan produk desa wisata, diantaranya adalah sebagai berikut :

Ilustrasi pixabay

Keaslian : atraksi yang ditawarkan adalah aktivitas asli yang terjadi pada masyarakat di desa tersebut;

Masyarakat setempat : merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dan menjadi keseharian yang dilakukan oleh masyarakat;

Keterlibatan masyarakat : masyarakat terlibat secara aktif dalam aktivitas di desa wisata;

Sikap dan nilai : tetap menjaga nilai-nilai yang dianut masyarakat dan sesuai dengan nilai dan norma sehari-hari yang ada; dan

Konservasi dan daya dukung : tidak bersifat merusak baik dari segi fisik maupun sosial masyarakat dan sesuai dengan daya dukung desa dalam menampung wisatawan.

Suatu Desa wisata harus mampu mengurangi urbanisasi masyarakat dari desa ke kota karena banyak aktivitas ekonomi di desa yang dapat diciptakan.

Tidak hanya itu saja, desa wisata dapat mengupayakan dengan melestarikan dan memberdayakan potensi budaya lokal dan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) yang ada di masyarakat.

Ternyata, usaha Pengembangan produk Desa Wisata perlu diikhtiarkan sesuai dengan prinsip pengembanganndesa wisata.

Unsur Penting Pentahelix Pengembangan Desa Wisata

Dalam, Pengembangan Desa Wisata harus difokuskan pada pengembangan yang terintegrasi dan kolaboratif dari 5 (lima) unsur penting pentahelix diantaranya sebagai berikut ;

masyarakat (komunitas/lembaga kemasyarakatan), pemerintah, industri, akademisi dan media sebagai katalisator.

Agar lebih mudah dipahami yuk simak penjelasan lengkap mengenai unsur-unsur penting Pentahelix dalam Pengembangan Desa Wisata:

1. Akademisi

Peran akademisi disini adalah berbagi informasi dengan pelaku stakeholder.

Akademisi berperan sebagai konseptor, seperti melakukan standarisasi proses bisnis serta sertifikasi produk dan keterampilan pada sumber daya manusia.

2. Bisnis

Bisnis tersebut adalah pengelola, warung masyarakat, pelaku usaha yang berperan sebagai enabler yang menghadirkan fasilitas dan kualitas untuk kemajuan ekonomi daerah serta dapat membantu pengembangan wisata menjadi lebih efektif, efisien, dan produktif.

3. Komunitas

Merupakan orang-orang yang berperan sebagai akselerator.

Bertindak sebagai pelaku, penggerak dan penghubung untuk membantu pengembangan pariwisata dalam keseluruhan proses sejak awal.

4. Pemerintah

Merupakan salah satu pemangku kepentingan yang memiliki peraturan dan tanggung jawab dalam mengembangkan pariwisata, berperan sebagai regulator sekaligus berperan sebagai kontroler.

Dalam hal ini melibatkan semua jenis kegiatan seperti perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengendalian, promosi, alokasi keuangan, perizinan, program, undang-undang, pengembangan dan pengetahuan, kebijakan inovasi publik, dukungan untuk jaringan inovasi dan kemitraan.

5. Media

Media berfungsi sebagai pemberi informasi, pendidikan, penghibur, dan sebagai pengontrol sosial.

Dalam konteks pengembangan Desa Wisata, media merupakan perangkat promosi Desa Wisata yang mencangkup aktivitas periklanan, personal selling, public relation, informasi dari mulut ke mulut (word of mouth), dan direct marketing serta berperan kuat untuk mempromosikan dan membuat brand image bagi Desa Wisata itu sendiri.

Demikian unsur-unsur penting pengembangan Desa Wisata dalam model Pentahelix. 

Lebih lanjut kita juga haru memahami Kategori Desa Wisata di Indonesia.

Berikut ini ada 4 (empat) kategori Desa Wisata di Indonesia, yaitu:

  1. Desa Wisata Rintisan;
  2. Desa Wisata Berkembang;
  3. Desa Wisata Maju; dan
  4. Desa Wisata Mandiri.

Dalam hal Penentuan klasifikasi Desa Wisata (atau sebutan lainnya) dapat dilakukan selambat-lambat 2 (dua) tahun oleh Perangkat Desa yang berperan dalam pariwisata bersama dengan OPD yang membidangi pemberdayaan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat Desa. Selain itu dalam Ketentuan lebih lanjut untuk tata cara perhitungan dan evaluasi dalam penentuan klasifikasi Desa Wisata di Indonesia akan diatur secara terpisah dalam petunjuk teknis (juknis) penentuan klasifikasi Desa Wisata.

1. Desa Wisata Rintisan

Penentuan klasifikasi Desa Wisata Rintisan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  • Masih berupa potensi yang dapat dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata.
  • Pengembangan sarana prasarana wisata masih terbatas.
  • Belum ada/masih sedikit sekali wisatawan yang berkunjung dan berasal dari masyarakat sekitar.
  • Kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata belum tumbuh.
  • Sangat diperlukan pendampingan dari pihak terkait (pemerintah, swasta).
  • Memanfaatkan Dana Desa untuk pengembangan Desa Wisata.
  • Pengelolaan desa wisata masih bersifat lokal desa.

2. Desa Wisata Berkembang

Penentuan klasifikasi Desa Wisata Berkembang dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  • Sudah mulai dikenal dan dikunjungi, masyarakat sekitar dan pengunjung dari luar daerah.
  • Sudah terdapat pengembangan sarana prasarana dan fasilitas pariwisata.
  • Sudah mulai tercipta lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi bagi masyarakat.

3. Desa Wisata Maju

Penentuan klasifikasi Desa Wisata Maju dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  • Masyarakat sudah sepenuhnya sadar akan potensi wisata termasuk pengembangannya.
  • Sudah menjadi destinasi wisata yang dikenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
  • Sarana prasarana dan fasilitas pariwisata sudah memadai.
  • Masyarakat sudah berkemampuan untuk mengelola usaha pariwisata melalui Pokdarwis/kelompok kerja lokal.
  • Masyarakat sudah berkemampuan memanfaatkan dana desa untuk pengembangan desa wisata.
  • Sistem pengelolaan desa wisata yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di desa dan pendapatan asli desa (PADes).

4. Desa Wisata Mandiri

Penentuan klasifikasi Desa Wisata Mandiri dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

Masyarakat sudah memberikan inovasi dalam pengembangan potensi wisata desa (diversifikasi produk) menjadi unit kewirausahaan yang mandiri.

Sudah menjadi destinasi wisata yang dikenal oleh mancanegara dan sudah menerapkan konsep keberlanjutan yang diakui oleh dunia.

Sarana dan prasarana sudah mengikuti standar internasional minimal ASEAN.

Pengelolaan desa wisata sudah dilakukan secara kolaboratif antar sektor dan pentahelix sudah berjalan baik.

Dana Desa menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi diversifikasi produk wisata di desa wisata.

Desa sudah mampu memanfaatkan digitalisasi sebagai bentuk promosi mandiri (mampu membuat bahan promosi dan menjual secara mandiri melalui digitalisasi dan teknologi).

Manfaat Pengembangan Desa Wisata

Lalu sebenarnya manfaat Desa Wisata? Pertanyaan ini sangat bagus, setidaknya ada 4 (empat) manfaat bagi pengembangan Desa sebagai Desa Wisata, diantaranya :

  1. tingkat hidup masyarakat maju dan budaya serta tradisi dapat lestari;
  2. manfaat perekonomian bagi masyarakat pedesaan;
  3. meningkatkan keberadaan industri kecil dan menengah; dan
  4. promosi produk lokal.:
Jika masih ragu, dan belum mengerti yuk simak lebih jelasnya dibawah ini!

1. Tingkat hidup masyarakat maju dan budaya serta tradisi dapat lestari

Manfaat dari pengembangan desa sebagai Desa Wisata yang tentunya bakalan langsung berdampak positif Terhadap warganya salah satunya  adalah dampak positif bagi tingkat kehidupan warga, Seperti tercipta lapangan kerja baru hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan melalui fasilitas perbaiki agar layak dikunjungi.

2. Manfaat perekonomian bagi masyarakat pedesaan

Pengembangan desa sebagai desa wisata bakal menimbulkan dampak dalam perekonomian untuk masyarakat pedesaan.

3. Meningkatkan keberadaan industri kecil dan menengah

Manfaat pengembangan desa sebagai Desa Wisata adalah peningkatan industri kecil menengah yang memanfaatkan produk lokal sebagai bahan bakunya.

4. Promosi produk lokal

Manfaat pengembangan desa sebagai Desa Wisata adalah sebagai sarana promosi produk lokal dengan pemanfaatan sumber daya alam maupun produk lokal yang ada untuk meningkatkan penjualan.

Demikianlah ulasan singkat mengenai √Cara Pengembangan dan Manfaat Menjadi Desa Wisata, Semoga bermanfaat dan salam sehat untuk kita semua. Amin!

Jika anda saat ini sedang mencari buku pedoman desa wisata tahun 2021, anda dapat mengambilnya di akhir artikel.

AMBIL DISINI, BUKU PANDUAN PEDOMAN DESA WISATA TAHUN 2021