Widget HTML Atas

Jelang Pilkada 2020, Sejumlah KPU Gelar Simulasi Pencoblosan dan Perhitungan Suara

Suasana simulasi pencoblosan KPU Kab. Tasikmalaya

Mediabritarakyat.my.id - Menjelang pemungutan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sejumlah KPU Menggelar Simulasi Pencoblosan dan Perhitungan Suara.

Salah satunya di Jawa Barat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya melakukan simulasi pemungutan suara di TPS dan perhitungan suara bertempat di Desa Cipakat, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (21/11/2020).

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam Zamaludin menerangkan, simulasi yang dilakukan oleh pihaknya berkaitan dengan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Jawa barat.

Ia menuturkan, dalam pelaksanaan pemungutan suara, KPU menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para petugas juga memakai Alat Pelindung Diri seperti masker dan sarung tangan.

Pantauan di lapangan, proses pemungutan suara mengalami perbedaan jika dibandingkan dengan pemilu 2019 lalu. 

Sekarang pada saat datang ke TPS, warga terlebih dahulu dicek suhu tubuh, diberikan cairan handsanitizer dan sarung tangan plastik oleh petugas KPPS. Antrean pemilih juga diatur dengan jarak lebih dari 1 meter.

“Kalau untuk proses atau tahapan pelaksanaanya tidak jauh berbeda, hanya saja menerapkan protokol kesehatan lebih kita utamakan demi menghindari adanya penyebaran Covid-19,“ ucapnya.

“Ini kita simulasikan jadi kita harus benar-benar dalam penyelenggara dan pemilih ini tetap harus meneterapkan prokes ketat. Mudah-mudahan jelang pilkada serempak di Kabupaten Tasikmalaya tidak menimbulkan klaster baru Covid 19,” jelasnya.

Simulasi Pencoblosan KPU Kabupaten Tasikmalaya

Sementara itu, sama halnya simulasi yang dilakukan oleh KPU Kota Palu dan KPU Sulawesi Tengah. 

Menurut Kordinator Divisi Teknis KPU Kota Palu,Iskandar Lembah menerangkan, simulasi yang dilakukan oleh pihaknya adalah simulasi awal, dia berharap dapat dilaksanakan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) akan ada lagi, di tingkat kecamatan di Kota Palu.

“Karena ini merupakan simulasi pastinya kekurangan dilapangan akan menjadi bahan evaluasi bagi kami sampai pada voting day,”ungkapnya. Dikutip dari sultengnews.com

Iskandar juga menyebut, berkaitan dengan kendala di lapangan, apabila terdapat pemilih terindikasi Covid-19 atau pemilih yang suhu badannya mencapai 38 celsius, maka pemilih itu akan diberikan pakaian Hasnat. Hanya saja, pakaian Hasnat di sediakan satu pakian Hasnat pada setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Andaikan itu terjadi kepada dua atau tiga orang, tentu kita akan berkordinasi dengan TPS yang terdekat. Namun, jika hal yang sama juga terjadi di TPS terdekat itu, ini yang menjadi kendalanya,”terangnya.

Iskandar mengaku, masih menunggu regulasi berikutnya seperti apa penanganannya. Disamping itu juga, KPU Kota Palu dan KPU Sulteng melibatkan Satgas Covid-19 dalam pemungutan suara. Bahkan, dalam simulasi pun telah melibatkan satgas Covid-19.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini Juknis terkait tentang itu segera ada,” sebutnya.

Iskandar menjelaskan, sebagaimana dalam draft PKPU bahwa pemungutan suara di buka dari jam 7 sampai jam 8 pagi, sesuai dengan DPT masing-maisng per TPS, diupayakan dalam pemungutan tersebut yakni 75 orang pemilih dalam waktu satu jam.

“Dalam surat pemberitahuan kami sudah tentukan waktunya dari nomor sekian sampai nomor 75, waktunya selama 1 jam,”jelasnya.

“Setelah itu akan dilakukan penyemprotan secara berkala, pergantian hal-hal yang di pakai, sesuai aturan protokol covid-19,”pungkasnya.

Penulis : Iman /PanduDesa