Widget HTML Atas

Aksi Protes Kekerasan Terhadap Perempuan di Meksiko, Gedung Komisi HAM Dibakar

Pengunjuk rasa berpartisipasi dalam sebuah protes menuntut keadilan untuk pembunuh Isabel Cabanillas, seorang aktivis hak perempuan yang jenazahnya ditemukan 18 Januari 2020, di Ciudad Juarez, Meksiko, Sabtu (25/1/2020). REUTERS/Jose lUis Gonzalez/wsj/cfo (REUTERS/JOSE LUIS GONZALEZ)

Aksi protes oleh Sejumlah aktivis yang menuntut keadilan atas kasus kekerasan terhadap perempuan dengan membakar sebuah gedung milik komisi hak asasi manusia (HAM) pemerintah di Meksiko bagian tengah, Jumat (11/9).

Menurut seorang saksi mata, setelah sebelumnya mencurat-coret gedung dengan grafiti, sekitar 25 orang perempuan berpenutup wajah mendobrak pintu dan memasuki gedung, lalu mulai menyalakan api dari dalam.

Selain itu, saksi mata juga mengatakan bahwa para perempuan tersebut kemudian meninggalkan gedung dan melempar bom molotov ke dinding luar gedung.

Sebanyak 13 perempuan ditangkap polisi, kata otoritas Negara Bagian Meksiko. Mereka lalu dibebaskan setelah muncul protes keras di media sosial mengenai penanganan yang dianggap keras.

Jaksa penuntut pemerintah negara bagian menyebut bahwa protokol telah dijalankan dalam penangkapan ke-13 perempuan tersebut.

Sementara itu, Komisi HAM federal meminta otoritas lokal agar tidak melukai para peserta aksi. Kemudian Gubernur Negara Bagian Meksiko Alfredo del Mazo, dalam cuitan di Twitter, mengecam sikap kepolisian dan berjanji akan melakukan investigasi terhadap hal itu. nusadaily.com

Para aktivis feminis di Meksiko menuntut keadilan untuk kasus-kasus femisida, pembunuhan perempuan atas dasar gender, yang belum diselesaikan atau bahkan belum diselidiki betul-betul.

Sebelumnya, sejumlah aktivis telah menduduki kantor utama komisi HAM federal di Kota Meksiko pada pekan lalu.

Kasus femisida di Meksiko meningkat 5,4% selama Januari hingga Juli 2020. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, menurut data resmi. Untuk bulan Juli saja, 74 perempuan menjadi korban pembunuhan

Pemberitaan media mengenai protes tersebut turut memunculkan perdebatan mengenai topik itu dan juga memicu  protes di kota-kota lain di Meksiko. Demonstrasi juga difokuskan pada sekitar 73.000 orang yang dilaporkan hilang.