Widget HTML Atas

Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021

Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021

Halo, sahabat pembaca MEDIABRITA pada postingan kali ini kami akan berusaha menyediakan Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021.

Nah sebelum pada topik pembahasan mengenai Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021, alangkah baiknya kita mengenal dahulu sejarah berdirinya dan diperingati Hari Bank Indonesia tersebut.

Pasalnya, pada tiap 5 Juli selalu diperingati sbg hari bank Indonesia (BI). Peringatan tersebut dengan meilhat terhadap lahirnya Bank Negara Indonesia atau (BNI) sebagai bank pertama yang berdiri di pemerintah RI sesudah hari kemerdekaan, yakni bertepatan pada tanggal 5 Juli 1946. 

Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021
Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021

Tak hanya itu, Bank Indonesia (BI) juga baru disahkan mjd bank sentral oleh pemerintah RI denga terbitnya undang-undang atau UU pada 1 Juli 1953 bersamaan dengan nasionalisasi De Javasche Bank (DJB) sesudah penyerahan kedaulatan Republik Indonesia (RI) dari Belanda. 

De Javasche Bank sendiri sebelumnya merupakan bank sentral yang dimiliki dan dikuasai oleh Belanda, termasuk selama masa perang mempertahannkan kemerdekaan atau masa revolusi fisik dari tahun 1945 s.d 1949, hal ini sebelum terjadinya penyerahan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949. 

Selang beberpaa tahun setelah penyerahan kedaulatan itu, pemerintah RI kemudian mengambil-alih De Javasche Bank dan menjadikannya sbg bank sentral dgn nama yaitu Bank Indonesia (BI) hingga sekarang ini. 

Meski begitu, BNI atau Bank Negara Indonesia kemduain dialih fungsikan peranannya menjadi bank pembangunan, lalu ditetapkan sebagai bank umum sejak tahun 1955, dan sekarang memiliki status sbg Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain itu sejarah dari De Javasche Bank De Javasche Bank ialah merupakan bank sentral pertama di Hindia Belanda (nama sebelum Indonesia merdeka) yang dibentuk pada dekade kedua abad 19 sewaktu pendudukan Belanda. 

Dikutip dari arsip Museum Bank Indonesia (BI), kondisi perekonomian Hindia Belanda pada masa itu tidak teratur dikarenakan belum adanya regulasi pembayaran yg tertib melallui lembaga bank. 

Bukan itu saja, banyak kalangaan pengusahaa di Batavia yg mendesakk kpd pemerintah kolonial supaya dpat segera mendirikan lembaga bank sirkulasi yang mempunyai sipat sentral demi memenuhi serta memudahkan kepenttingan bisnis mereka. 

Banykanya alasan serta desakan tsb disampaikan kepada Kerajaan Belanda. Kemudian pada Akhirnya, pada tepat pada tgl 9 Desember 1826, Raja Belanda, Willem I (1815-1840), menerbittkan surat kuasa kpd pemerintah kolonial di Batavia tuk segera membentuk suatu bank berdasarkan wewenang khusus berrjangka waktu atau yang lazim disebut oktroi. 

Nah dengan surat kuasa dari Kerajaaan Belanda iitu, Leonard Pierre Joseph du Bus de Gisignies (1826 -1830) sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda menerbittkan Surat Keputusan Nomor 28 tentang oktroi dan ketentuan-ketentuan mengennai pembentukan bank sentral yg nantinya dinamakan De Javasche Bank (DJB). 

M. Dawam Rahardjo melalui buku Bank Indonesia dlm Kilasan Sejarah Bangsa (1995) menuliskan, De Javasche Bank berrdiri pd tangal 24 Januari 1828 dgn status oktroi yg bisa diperpanjang. 

De Javasche Bank (DJB) kemudian menjadi N.V. (Naamlooze Vennootschap) ataau perusahaaan baru sejak tanggal 22 Maret 1881 sesuddah dilegalisasi oleh Notaris Derk Bodde di Batavia. 

Meskipun sudah menjadi N.V., De Javasche Bank (DJB) masih menjalankan oktroi hingga 31 Maret 1922, yang kemudian sebelum akhirnya memperoleh badan hukum (DJB Wet). 

Mulai waktu itu, De Javasche Bank (DJB) berubah status menjadi bankwet atau bank yg sudah bmempunyai badan hukum. Keputusan atau langkah meningkatkan status De Javasche Bank (DJB) menjadi N.V. diambil dikarenakan bank sentral tersebut dianggap berrhasil merumuskan dan menerappkan berbagai kebijakan baru yang berdampak positif baagi kemajuan perbankan di Hindia Belanda waktu itu. 

De Javasche Bank (DJB) kemudian selanjutnya berkembang pesat ada 16 cabang baru dibuka, antara lain seperti di Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Kediri, Kutaraja, Medan, Padang, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, hingga Manado tak hanya itu juga, De Javasche Bank (DJB) mempunyai kantor perwakilan di Amsterdam dan New York.

Seirinig kemenangan Jepang terhadap Belanda dlm Perang Dunia II pada taun 1942, riwayat panjang De Javasche Bank (DJB)-pun berakhir. Dai Nippon kemduain mengambil alih wilayah Indonesia. 

Akan tetapi, sebelum itu terjadi, dikutip dari Sejarah Kebijaksanaan Moneter Indonesia (1991) karya Beng To Oey, cadangan emas dan aset berharga De Javasche Bank (DJB) sudah dipindahkkan ke Australia dan Afrika Selatan. 

Di negara Indonesia, pasukan Jepang melucuti seluruh aset yg sebelumnnya dimiliki Belanda, termasuk di sektor perbankan. Pimpinan militer Dai Nippon di Jawa mengeluarrkan peraturan tuk melikuiidasi seluruh bank milik Belanda, Inggris, dan beberapa bank kepunyaaan pengusaha Tionghoa, dan kemudian semuanya diambil-alih. 

Tak sampai disituu, Dai Nippon juga mendirikan bank sentral bernama Nanpo Kaihatsu Ginko yg salahsatu tugasnya mengedarkan mata uang yg dicetak di Jepang. Menuruut Jan M. Pluiver dlm South-East Asia from Colonialism to Independence tahun 1974, Nanpo Kaihatsu Ginko juga mjd bank sirkulasi tuk wilayah koloni Jepang di kawasan Asia Tenggara. 

Kemudian lebih lanjtu pada diAntara BI dan BNI Pada taun1945, Jepang kalah dari Sekutunya dalam Perang Asia Timur Raya. Dan Bangsa Indonesia pun menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Akan tetapi, tak lama berselang, pasukan Belanda datang dengann membonnceng tentara Sekutu. Negaran Belanda rupa-rupanya-nya menginginkan berkuasa kembali di Tanah air Indonesia. 

Selama masa era perang mempertahankan kemerdekaan, Belanda merebut bank-bank yg dibuka di masa Jepang, terrmasuk Nanpo Kaihatsu Ginko yanng dikembalikkan lg menjadi De Javasche Bank. Sesudah masa Agresi Militer Belanda I pada tangal 21 Juli 1947, DJB berhhasil membuka kembali kantor-kantor cabangnnya di berbagai daerah. Disisi lain juga, pemerintah RI mengeluarkan undang-undang atau UU darurat mengenai pendirian Bank Nasional Indonesia (BNI) pada tanggal 5 Juli 1946. 

Menurutt Marwah M. Diah dlm buku Restrukturisasi BUMN di Indonesia:Privatisasi atau Korporatisasi? (2003), berrdirinya BNI didahului dgn pembentukan suatu yayasan pada tahun 1945 atau tidak lama sesudahnya kemerdekaan.

Yayasan tersebut dimaksudkan ialah Yayasan Pusat Bank Indonesia. Pendririan BNI pada tanggal 5 Juli 1946 kemduaian dilanjutkan dengan peleburan yayasan terrsebut. 

Nah pada Momentum ini-lah yang menjadi patokan setiapp tgl 5 Juli diperingarti sebagai Hari Bank Indonesia.

Akan tetpi, maksud pemerintah RI yang menginginkan dan menjadikan BNI sebagai bank sirkulasi atau bank sentrral terrhambat dikarenakan situasi darurat perang yang terjadi waktu itu, ditambah lagi masih sulitnya memperoleh pengakuan dari negara-negara lain. 

Kemudian pada Agresi Militer Belanda II tepatnya pada 18 Desember 1948, memicu Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang waktu itu menjadi ibu kota RI. Serangan masssal inilah yang membuka mata dunia bahwa Indonesia masih ekssis walaupun beberapa pemimpin pemerintahan RI ditawaan oleh Belanda. 

Desakan-desakan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dunia internasional mmembuat Belanda terpaksa berrsedia mengggelar Konferensi Meja Bundar (KMB) di kota Den Haag. 

Rangkaian panjang KMB akhirrnya disepakati/disetujui pada tanggal 2 November 1949. Tak hanya mendapatkan pengakuan kedaulatan oleh Belanda kepada Indonesia, KMB jugapun menetappkan bahwa De Javasche Bank bakalan menjadi bank sentral bagi negara Indonesia. 

Adapun BNI, tulis Rachmadi Usman dlm Asppek-aspek Hukum Perbankan di Indonesia (2001), dialihkan fungsinnya sebagai bank pembangunan. Lalu Pada 10 April 1953, parlemen menyetujuui usulan nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia (BI). Presiden RI Pertama Ir.Sukarno lalu menerbitkan surat keputusan mengenai peresmian BI sebagai bank sirkulasi atau bank sentral Indonesia pada tanggal 10 April 1953 dan mulai berlaku sejak tangal 1 Juli 1953.

Bank Indonesia /BI sendiri memiliki tugas dan wewenang tuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancarran sistem pembayaran, serta mengatur daan mengawasi perbankan negara. 

Bank Indonesia /BI juga menjadi satu-satunya lembaga yangg berhrak mencetak dan mengedarrkan mata uang. Sementara itu, BNI yg dibentuk dgn maksud awal sebagai bank sentral, akan tetapi gagal dan dialihkan peraannya menjadi bank pembangunan, lalu ditetappkan sebagai bank umum sejak 1955. 

Sekarang itu, bank tertua di Indonesia mempunyai status sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Catatan: Artikel ini telah dikoreksi dan disunting kembali dengan mencantumkan penjelasan tambahan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait sejarah bank di Indonesia, dan mohon maaf jika terdapat dalam sejarah yang sebenarnya, terimakasih.

Artikel ini telah tayang di tirto.id denga judul "Sejarah Hari Bank di Indonesia & Alasan Diperingati Setiap 5 Juli", https://tirto.id/edCS

Nah, untuk itu dalam mengenang serta memperingati hari bank indonesia ini, alangkah baiknya kita mendukung dan menyemarakkannnya, karena ini merupakan erat kaitannya dengan sejarah kemerdekaan Negara Tercinta kita ini, Negara Indonesia. Dengan mengetahui sejarah panjangnya maka yuk mari kita dengan memasang dan membuat Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021 ini.

Disini, kami sudah berhasil merangkum terkait mengenai Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021, yang bisa anda jadikan bingkai foto atau twibbon.

Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021

https://www.twibbonize.com/hutbike68

https://www.twibbonize.com/hutbankindonesia

Apabila dari kita yang belum mengetahui dan memahami cara membuat Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021, silahkan disimak terlbih dahulu caranya, yaitu :

Pertama, klik pilihan Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021, yang sudah berhasil rangkum.

Kedua, upload foto terbaik kita, baik sendrian boleh juga bersama keluarga, rekan atau pasangan.

Ketiga, atur dan sesuai posisinya, dengan cara mencubitnya kalau anda memakai perangkat HP.

Keempat, jika dirasa sudah pas, tinggal download fotonya dan bagikan di medsos anda, seperti FB, IG, WA, Twitter ataupun medsos lainnya, cukup mudahkan?

Demikianlah pembahasan mengenai Twibbon atau Bingkai Foto Hari Bank Indonesia (BI) ke 68, Tanggal 5 Juli 2021, lengkap dengan sejarah awalnya hari bank indonesia yang erat kaitannya dengan hari kemerdekaan RI. Semoga bermanfaat, sukses dan makin cinta tanah air serta Aku Cinta Uang Indonesia.