Widget HTML Atas

Berikut Ini! Daerah Pengrajin Anyaman Pandan Yang Berhasil Ekspor ke Luar Negeri

Anyaman Pandan/radar Tasikmalaya.com


Mediabritarakyat.my.id
- Sebanyak belasan ribu orang warga Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, bekerja sebagai pengrajin Anyaman Pandan. 

Pasalnya, mereka bekerja tersebar di 28 sentra kerajinan anyaman pandan dengan 841 unit usaha. Produk Industri Kecil Menengah (IKM) unggulan Kabupaten Tasikmalaya ini, berada di 6 Kecamatan dan 28 Desa. Hasil produksi anyaman pandan ini dipasarkan ke Bandung, Jakarta, Bali, Solo dan daerah lainnya.

Meski begitu, untuk pasar internasional, diekspor ke Australia, Jepang, Amerika, Malayasia, Prancis dan negara Eropa lainnya. Produk yang dihasilkan dari kerajinan pandan mulai dari tas cermin, box tempat tisu, sandal, tempat cucian dan lainnya. Salah satu pengusaha anyaman pandan ini yakni CV Helmi Crafindo Bakti di Kampung Sukaruas Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah, miliki Daris Salam. Setiap satu bulannya perusahaan produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya ini mampu membuat 300 pcs berbagai jenis.

Sementara Pemilik CV Helmi Crafindo Bakti, Daris Salam mengatakan, sampai saat ini produk anyaman berbahan dasar pandan ini tetap eksis. Bahkan pemasarannya tidak hanya lokal, tapi ekspor. 

“Konsumennya tetap stabil, baik di pasar secara lokal maupun luar negeri,” kata dia. Hanya saja sampai saat ini pengarajin kesulitan mendapatkan bahan baku yang harus mendatangkan dari luar daerah. Adapun bahan baku dari daerah Kabupaten Tasikmalaya sendiri kualitasnya kurang bagus, karena keterbatasan dalam proses penyamakan. 

“untuk Bahan baku kita mendatangkan dari Serang dan Jawa Tengah, untuk Kabupaten Tasikmalaya dari daerah Cikalong,” katanya.

Masih kata dia, produk anyaman pandan sendiri pihaknya membuat berbagai produk mulai dari topi, tas, box tisu dan kerjaian lainnya. 

“Termasuk dibuat tambang untuk kerajinan sesuai kebutuhan,” kata dia. Sampai saat ini pihaknya untuk pemasaran sendiri memenuhi kebutuhan ekspor, adapun pengusaha lainnya memnuhi kebutuhan pasar lokal. 

“Kalau selama ini saya tidak pernah memenuhi pasar lokal. Bahkan produk saya 100 persen ekspor dan berlangsung selama tujuh tahun ini,” katanya.

Masih lanjutnya dia, produk anyaman pandan sendiri pihaknya membuat berbagai produk mulai dari topi, tas, box tisu dan kerjaian lainnya. 

“Termasuk dibuat tambang untuk kerajinan sesuai kebutuhan,” kata dia. Sampai saat ini pihaknya untuk pemasaran sendiri memenuhi kebutuhan ekspor, adapun pengusaha lainnya memnuhi kebutuhan pasar lokal. 

“Kalau selama ini saya tidak pernah memenuhi pasar lokal. Bahkan produk saya 100 persen ekspor dan berlangsung selama tujuh tahun ini,” katanya.

Sementara untuk Ekspor sendiri dilakukan langusng oleh perusahaannya, tidak melalui agen atau pihak ketiga. 

“Selama ini kami memenuhi kebutuhan untuk Italia, Spanyol dan Prancis. Baru-baru ini yang kami ekspor itu dalam bentuk kerajinan topi dari pandan,” ujar dia. 

Bahkan sampai saat ini, pihaknya mampu mengekspor sebanyak 20 ribu buah topi setiap satu bulannya, untuk memenuhinya melibatkan pengarajin anyaman di tiga Kecamatan yakni Rajapolah, Sukahening dan Ciawi. 

“Semua pengrajin berada di wilayah Tasik Utara,” ucapnya. Daris menjelaskan, kendala lainnya yakni tidak adanya regenerasi penganyam. Pasalnya penganyam di tiga kecamatan itu berusia di atas 40 tahun. 

“Upaya kami agar kerajinan ini tetap ada melibatkan pemuda, meskipun tidak fokus pada kerajinan anayaman,” kata dia.

Daris berharap, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bisa memfasilitasi regenerasi tersebut dan juga peningkatan kualitas bahan baku yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. 

“Mudah-mudahan pemerintah melihat akan potensi ini,” harap dia. Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya dalam peningkatan kualitas produk IKM unggulan, termasuk di dalamnya kerajinan pandan yang sudah terkenal di berbagai daerah dan negara. 

“Kami akan terus mendukung demi tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya ini,” kata dia.

Sejauh ini, kata dia, produk yang menjadi unggulan di Kabupaten Tasikmalaya ini jangkauan pemasarannya tidak hanya masyarakat lokal, tapi tembus mancanegara. 

“Pemasarannya sampai luar negeri, untuk itu kami memfasilitasi agar ekspor produk unggulan ini tidak melalui pihak ketiga,” kata dia. 

Kemudian lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga terus fokus dalam peningkatan SDM guna keberlangsungan kerjinan tikar pandan ini. Karena tidak sedikit sebuah produk tidak bisa berinovasi bahkan kehilangan pekerjaannya karena SDM terbatas. 

“Mangkanya kami juga terus mempersiapkan regenerasi untuk kerajinan ini,” katanya.

Dilain pihak Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tasikmalaya Drs H Nana Rukmana MM mengatakan, sampai saat ini anyaman pandan sendiri masih banyak diminati masyarakat. 

“Anyaman pandan jadi unggulan karena kerapiannya. Kerajinan dari Kabupaten Tasikmalaya merupakan yang terapi dan terbaik dibadning daerah lain,” kata dia. 

Dengan itu, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus fokus dalam pengembangannya, baik secara kualitas produk hingga pemasarannya. 

“Karena ada harapan, maka terus kami kembangkan dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat,” kata dia.

Nana berharap dengan adanya kondisi alam yang unggul di Kabupaten Tasikmalaya, bahkan tersedia berbagai bahan dari alam untuk meningkatkan perekonomian masyarakat bisa menjadikan potensi dalam meningkatkan kesejahteraan. 

“Tinggal yang saat ini semua masyarakat atau pelaku usaha berkreasi dengan terus dikoordinasikan dengan pemerintah agar kami mengetahui apa yang menjadi kebutuhan para pengrajin untuk menunjang kerajinan yang berkualitas dan berdaya ekonomi tinggi,” harapnya.

Sumber: https://www.radartasikmalaya.com/anyaman-pandan-rekrut-15-442-warga-kabupaten-tasik-diekspor-ke-mancanegara-butuh-segera-regenerasi/

Artikel ini telah terbit di radartasikmalaya.com