Widget HTML Atas

Ingat, Hal Penting yang Perlu Dilakukan Wanita Setelah Bercinta, Apa Saja?

Ilustrasi/halodoc.com

Banyak wanita sudah menyadari hal apa saja yang semestinya dilakukan saat hendak bercinta dengan pasangannya. 

Mulai dari mempersiapkan diri, membangun keintiman, hingga mengatur suasana hati. 

Pertanyaannya, sudah tahu hal apa yang perlu dilakukan setelah bercinta?

Romansa di atas ranjang memang menguras energi. Namun, bagi kamu yang langsung tertidur, berponsel ria, atau menonton televisi setelah bercinta, rasanya perlu harap-harap cemas. Sebab, ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan setelah berhubungan intim.

Nah, berikut ini beberapa hal yang sebaiknya dilakukan wanita setelah berhubungan intim:

Jangan Lupa Buang Air Kecil

Mau tahu penyebab salah satu penyebab Infeksi saluran kemih (ISK) pada wanita? Menurut jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health, “Urinary Tract Infection”, hubungan seksual merupakan penyebab ISK yang terbilang umum. Kok bisa?

Ini karena hubungan seksual bisa mendorong migrasi bakteri ke dalam uretra (saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih) dan kandung kemih. Nah, hal inilah yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan ISK dan menimbulkan sederet gejala.

Ingat, ISK lebih berisiko dialami wanita ketimbang pria. Alasannya, uretra wanita dekat dengan anus, sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menyebar ke dalam vagina, termasuk uretra. 

Kedua, uretra wanita lebih pendek ketimbang pria. Artinya, bakteri akan lebih mudah untuk memasuki uretra.

Lantas, apa apa hubungannya ISK dan buang air kecil usai bercinta? Nah, ternyata kecing setelah berhubunga seks bisa membantu menghilangkan bakteri dari uretra. 

Meski belum ada bukti yang kuat, tetapi tak ada salahnya mengikuti praktik ini. Menurut beberapa ahli, buang air kecil usai bercinta bisa membantu mengurangi risiko ISK. Terutama pada wanita yang lebih rentan terhadap ISK.

Basuh Vagina dengan Lembut

Selain buang air kecil usai bercinta, membasuh vagina merupakan hal yang harus dilakukan setelah bercinta. 

Ingat, setelah berhubungan intim vagina bisa terpapar beragam jenis bakteri. Kotoran ini bisa masuk dari pelumas, oral seks (mulut), atau alat bantu seksual (sex toys).

Lalu, bagimana cara membersihkan vagina yang tepat? Gunakanlah air hangat dengan sabun yang berbahan lembut. Selanjutnya, basuhlah organ intim dari depan ke belakang. Tujuannya agar bakteri di anus tak menyebar ke vagina.

Baca juga: Inilah 6 Cara yang Tepat Jaga Kebersihan Miss V

Cuci Tangan sampai Bersih

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mencuci tangan merupakah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari kuman, bakteri, atau virus. 

Nah, mencuci tangan usai bercinta, bisa menjadi cara terbaik untuk menghilangkan bakteri yang menempel di tangan setelah menyentuh kelamin pasangan.

Ganti dengan yang Longgar

Selain tiga hal di atas, ada pula hal lainnya yang perlu dilakukan setelah bercinta. Setelah membersihkan vagina dan tangan, pilihlah pakaian yang longgar dan berbahan katun. 

Pakaian seperti ini bisa menyerap keringat dengan baik. Sebaiknya, menggunakan pakaian berbahan nylon yang super ketat, sebab bisa membatasi sirkulasi udara.

Minum Air Putih

Cobalah minum segelas air putih setelah berhubungan seksual. Hal sederhana ini bisa membantu kita untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan memulihkan energi. 

Tak cuma itu saja, minum air putih setelah bercinta juga bisa mempercepat keinginan untuk berkemih. Degan kata lain, risiko terserang ISK pun akan semakin kecil.

Baca juga: Tips Nyaman dan Manfaat Berhubungan Intim di Usia Senja

Makan Camilan Sehat

Bila merasa lapar setelah bercinta, jangan mengonsumsi makanan berminyak dan berlemak.

Namun, konsumsi camilan sehat yang kaya akan probiotik, seperti yoghurt yang bisa membantu memberikan bakteri pada vagina. Selain itu, camilan sehat juga bisa membantu memulihkan energi setelah berhubugan seksual.

Bermesraan, Tak ada Salahnya

Alih-alih berponsel ria atau, tidur atau menonton televisi, sebaiknya lanjutkan momen romantis bersama pasangan. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin, bermesraan usai bercinta bisa melepaskan hormon oksitosin. Hormon inilah yang akan membuatmu merasa lebih bahagia dan nyaman dengan pasangan.

Nah, sudah tahu kan hal yang perlu dilakukan setelah bercinta. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya?

Manfaat Seks Untuk Tubuh

Seks menjadi aktivitas biologis tubuh yang dipengaruhi oleh hormon untuk mencapai klimaks atau orgasme.

Seks menghadirkan banyak manfaat untuk kesehatan, seperti meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi risiko penyakit jantung. Meski begitu, ada aturan yang harus diperhatikan dalam berhubungan intim, seperti posisi yang tepat juga frekuensi yang tepat untuk lansia.

Hal yang perlu digarisbawahi, hubungan intim sebenarnya bukan hanya tentang kebutuhan biologis atau keinginan untuk memiliki keturunan. Ternyata hubungan seks juga memilki beragam keistimewaan bagi kesehatan tubuh.

Baca juga: 5 Perubahan pada Tubuh Wanita Setelah Malam Pertama

Manfaat Seks Untuk Tubuh

1. Membakar kalori

Enggak cuma olahraga saja yang bisa membakar kalori tubuh, ternyata hubungan seks juga bisa memangkas kalori dan lemak dalam tubuh. Kira-kira tubuh akan membakar 96 kalori ketika seseorang melakukan hubungan seks selama 20 menit.

Selain bisa membakar lima kalori per menit, hubungan intim juga dapat membuat berbagai otot tubuh lebih aktif. 

Di samping itu, menurut sebuah penelitian, denyut jantung manusia ketika orgasme setara dengan olahraga ringan, seperti berjalan kaki misalnya. Meskipun begitu, kita tetap harus rutin berolahraga demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

2. Melawan Penyakit

Selain membakar kalori, hubungan intim atau seks juga bisa membantu tubuh melawan berbagai penyakit. Alasannya, seks bisa meningkatkan produksi immunoglobulin A dalam tubuh bisa meningkat sebanyak 30 persen. 

Immunoglobulin A ini sendiri merupakan antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas. Menurut penelitian, kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang melakukan hubungan intim setidaknya satu atau duka kali dalam seminggu.

Dengan berhubungan intim, sistem kekebalan tubuh pun akan meningkat. Menariknya lagi, menurut sebuah peneltian hubungan intim juga bisa meminimalisir risiko terkena kanker, serangan jantung, dan stroke.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Efek dari Terlalu Sering Masturbasi pada Pria

3. Napas Lebih Baik

Hubungan seks juga memiliki manfaat bagi sistem penapasan. Hubungan intim merupakan salah satu antihistamin yang bisa membantumu bernapas lebih lega, sekaligus menghalau gejala asma. 

Antihistamin sendiri merupakan jenis obat yang biasa dipakai untuk mengatasi berbagai macam jenis alergi.

4. Suasana Hati Lebih Baik

Jangan heran bila suasana menjadi lebih baik usai melakukan hubungan intim. Menurut para ahli, berdasarkan peneltian dari Amerika Serikat yang melibatkan 1.800 orang, ternyata hubungan seks bisa meningkatkan kadar oksitosin dan endorfin. 

Meningkatnya oksitosin dan endorfin terjadi ketika seseorang mengalami orgasme. Kedua hormon inilah yang bisa membuat orang merasa gembira dan nyaman.

Baca juga: Pasangan Muda, Ketahui Cara Cepat Hamil yang Sehat

5. Tampak Lebih Muda

Resep awet muda tak hanya lewat makanan atau produk-produk kecantikan saja. Ternyata hubungan intim juga bisa membuat seseorang lebih awet muda. 

Menurut studi dari Royal Edinburgh Hospital, Skotlandia, hubungan intim bisa mengurangi tingkat stres, rasa senang, hingga membuat tidur lebih nyenyak. Singkat kata, ketiga hal tesebutlah yang bisa membuat tubuh tampak lebih muda dan sehat.

6. Kualitas Tidur Meningkat

Jangan buru-buru menenggak pil tidur ketika insomnia menyerang. Ternyata hubungan seks bisa menjadi solusinya, sebab aktivitas ini bisa meningkatkan kualitas tidur. Tubuh akan melepaskan hormon prolaktin ketika seseorang berhubungan seks. Hormon ini yang membuat tubuh jadi lebih rileks dan mengantuk.

7. Panjang Umur

Boleh percaya atau tidak, ternyata hubungan intim juga bisa membuat seseorang lebih panjang umur. Ada penelitian di Inggris mengenai hubungan antara risiko kematian dengan frekuensi hubungan intim yang bisa disimak. Menurut studi tersebut, pria yang berhubungan intim dua kali atau lebih dalam seminggu, memiliki risiko kematian yang lebih rendah sebesar 50 persen. Tolok ukur angka 50 persen ini dibandingkan dengan pria yang berhubungan seks sekali dalam sebulan.

Sumber : halodoc.com